Senin, 27 November 2023

Contoh Pengajuan Judul Skripsi Akuntansi

Contoh Pengajuan Judul Skripsi Akuntansi

  1. Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Siklus Penerimaan dan Pengeluaran Menggunakan Aplikasi Berbasis Android Pada UMKM

Latar Belakang

Di era modern saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi dan informasi telah berkembang dengan pesat. Salah satu buktinya ialah penggunaan smartphone di Indonesia sebesar 66,31% (Kementrerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, 2017). Penggunaan smartphone saat ini menjadi center view untuk masyarakat. Hal tersebut dikarenakan smartphone telah menjadi alat komunikasi, hiburan, tempat belajar, maupun tempat bekerja. Dalam smartphone juga, terdapat aplikasi untuk menunjang pengguna dalam pemrosesan data keuangan secara tersistem dengan bantuan teknologi informasi. 

Di sisi lain, perkembangan UMKM di Indonesia jumlahnya terus meningkat, pada 2016 tercatat ada 61,7juta UMKM dan sampai per bulan februari 2021 tercatat lebih dari 65juta UMKM di Indonesia ( TEMPO.CO,2021). UMKM merupakan usaha yang dijalankan perseorangan atau sejumlah kecil orang dengan kekayaan dan pendapatan teretntu. Sebagaimana usaha pada umumnya, tentu UMKM memiliki sistem informasi akuntansi (SIA) sendiri untuk menghasilkan laporan keuanngan. Peran sistem informasi akuntansi (SIA) dalan umkm ini sangat penting untuk kemajuan perusahaan, dengan adanya SIA, perusahana dapat melakukan kegiatannya dengan lebih efektif dan efisien.

Permasalahan yang sering dijumpai bahwa tidak sedikit UMKM yang belum melakukan pencatatan keuangan, Hal tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman SDM dalam UMKM untuk melakukan pencatatan manual maupun secara komputerisasi karena terlihat rumit. Sedangkan di era modern ini pencatatan keuangan dapat menggunakan ponsel pintar yang lebih praktis penggunaannya. 

Lebih lanjut Pembukuan keuangan ini sangat penting bagi UMKM untuk mengetahui arus penerimaan dan pengeluaran, sehingga UMKM dapat memperoleh informasi mengenai laba rugi yang diterima. Agar UMKM dapat menghasilkan informasi akuntansi yang berkualitas, maka diperlukannya sebuah (SIA) yang mendukung. Untuk mengatasi permasalahan tersebut UMKM dapat menerapkan system digital dengan menggunakan aplikasi berbasis android, yang dapat diakses secara fleksibel dimanapun dan kapanpun. Dengan menggunakannya aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah dan mengefektifan proses, serta laporan menjadi lebih real time karena dapat dicek setiap saat.

Permasalahan

Berdasarkan  latar  belakang  diatas,  maka permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu, bagaimana penerapan sistem informasi akuntansi siklus penerimaan dan pengeluaran menggunakan aplikasi berbasis android pada UMKM X?

Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini yaitu untuk: mengetahui penerapan sistem informasi akuntansi siklus penerimaan dan pengeluaran menggunakan aplikasi berbasis android pada UMKM X..

Hipotesis Penelitian

H1 : penggunaan aplikasi berbasis android berdampak positif untuk mengefektifkan  dan mengefesienkan biaya dalam proses menghasilkan informasi akuntansi.

Metode Analisis

Metode penelitian ini yaitu mengunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode kualitatif merupakan metode dengan filsafat postpositivisme dan digunakan pada objek yang alamiah (Sugiyono, 2018). Sedangkan metode penelitian deskriptif menurut sugiyono, 2018 adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain.


  1. Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Menggunakan Software MYOB Accounting Pada UMKM

Latar Belakang

Perkembangan teknologi dan informasi yang cukup pesat sangat berperan penting dalam dunia usaha. Karena teknologi informasi memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengahasilkan informasi yang cepat dan akurat. Dengan informasi yang cepat memudahkan pengguna untuk membuat keputusan yang cepat pula. Dengan begitu, teknologi informasi ini sangat memberikan keuntungan pada pengguna. Pengguna teknologi informasi salah satunya dapat berupa Usaha MIkro Kecil Menengah. UMKM merupakan usaha yang dijalankan perseorangan atau sejumlah kecil orang dengan kekayaan dan pendapatan teretntu. Dalam UMKM Peran teknologi informasi penting untuk membuat sistem informasi akuntansi menjadi lebih efektif dan efisiens.. 

Sistem informasi akuntansi merupakan sebuah sistem untuk mengolah data keuangan agar menghasilkan informasi akuntansi yang dapat berguna dalam pengambilan keputusan usaha. Hubungan dengan teknologi informasi yaitu dimana Informasi akuntansi dapat diperoleh menggunakan metode komputerisasi. Hal tersebut selain berguna untuk memberikan kemudahan UMKM dalam menghasilkan informasi akuntansi yang cepat dan akurat juga dapat meningkatkan kinerja dan citra bagi UMKM. Dengan komputerisasi selain memberikan kemudahan bagi pengguna juga tidak mengurangi kualitas dari informasi yang dihasilkan. Salah satu sistem informasi yang terkomputerisasi dapat berupa software akuntansi. Software akuntansi tersebut dapat menghasilkan informasi akuntansi berupa laporan keuangan untuk melihat kinerja UMKM selama periode tertentu. 

Salah satu software akuntansi yang dapat digunakan untuk mengolah data keuangan yaitu myob accounting. MYOB accounting merupakan aplikasi pembukuan terkomputerisasi yang dapat digunakan berbagai usaha untuk menghasilkan laporan keuangan. Dimana myob accounting memberikan kemudahan pada pengguna karena menyajikan tampilan yang sederhana, serta mudah dipahami karena disertai gambar dan ikon yang menunjukan siklus akuntansi, sehingga mudah dioperasikan oleh orang awam. Selain itu, myob accounting juga memberikan kemudahan untuk menjalankan siklus akuntansi dengan mengisikan data dan memilih tombol perintah yang tersedia untuk menjalankan program.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu,

  1. Bagaimana penerpan progam aplikasi MYOB accounting pada UMKM X?

  2. Apakah program aplikasi MYOB accounting dapat diterapkan di UMKM X?

Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini yaitu untuk:

  1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan software myob accounting di UMKM X.

  2. Untuk mengetahui apakah software MYOB Accounting daoat diterpakan di UMKM X.

Hipotesis Penelitian

H1 : penggunaan software MYOB berdampak positif untuk mengefektifkan dalam proses menghasilkan informasi akuntansi di UMKM X.

Metode Analisis

Metode penelitian ini yaitu mengunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode kualitatif merupakan metode dengan filsafat postpositivisme dan digunakan pada objek yang alamiah (Sugiyono, 2018). Sedangkan metode penelitian deskriptif menurut sugiyono, 2018 adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain.

  1. Pengaruh Sistem Akuntansi Berbasis Digital Terhadap Kualitas Laporan Keuangan UMKM

Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan era digital, hal tersebut berdampak pada dunia bisnis yang mengharuskan mengikuti perkembangan dunia digital. Akibatnya  muncul teknologi digital untuk menunjang bisnis bagi pelaku usaha. Dengan begitu pelaku usaha harus dapat menggunakan teknologi digital dalam menjalankan bisnisnya. Salah satu teknologi digital dalam bisnis yaitu berupa sistem akuntansi berbasis digital. Pesatnya perkembangan digital juga berdampak pula pada pesatnya sistem akuntansi digital yang cukup popular di Indonesia. 

Di sisi lain, perkembangan UMKM di Indonesia jumlahnya terus meningkat, pada 2016 tercatat ada 61,7juta UMKM dan sampai per bulan februari 2021 tercatat lebih dari 65juta UMKM di Indonesia ( TEMPO.CO,2021). UMKM merupakan usaha yang dijalankan perseorangan atau sejumlah kecil orang dengan kekayaan dan pendapatan teretntu. Dengan pertumbuhan sektor UMKM di Indonesia, sistem akuntansi digital  menjadi minat bagi UMKM untuk mengelola keuangan usaha, karena dinilai lebih mudah untuk menjalankan sistem akuntansi.

Sistem akuntansi adalah suatu metode pencatatan yang digunakan oleh entitas untuk melaporkan kondisi keuangan yang dibutuhkan. Dari sistem akuntansi ini entitas akan menghasilkan sebuah laporan keuangan. Dengan sistem akuntansi berbasis digital maka akan mempengaruhi hasil dari laporan keuangan itu sendiri, seperti mencatat transaksi dengan lebih mudah dan pengolahan data keuangan juga akan lebih aman serta dapat dicadangkan. Dengan adanya sistem digital ini, entitas dapat mengelola transaksi lebih mudah, sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan lebih cepat dan akurat. 

Laporan keuangan merupakan catatan informasi keuangan suatu entitas usaha yang menggambarkan kinerja keuangan usaha selama periode tertentu. Dalam standar akuntansi keuangan, laporan keuangan memiliki beberapa kriteria sebagai standar laporan keuangan itu sendiri. Dimana kriteria tersebut merupakan indicator kualitas laporan keuangan suatu entitas.


Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu, Apakah sistem akuntansi berbasis digital berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pada UMKM?

Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini yaitu untuk; mengetahui pengaruh sistem akuntansi berbasis digital terhadap kualitas laporan keuangan.

Hipotesis Penelitian

H1 : secara simultan, penggunaan sistem akuntansi berbasis digital berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan.


  1. Penerapan Penyusunan Laporan Keuangan UMKM berdasarkan SAK EMKM 

Peran Usaha MIkro Kecil Menengha (UMKM) dinilai penting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data kementrian koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai 8.573,89 triliun rupiah (ekon.go.id, 2021). Oleh karena UMKM harus mampu untuk memecahkan masalah dan meningkatkan kinerjanya untuk mempertahankan keberlangsungan usahanya. 

Masalah yang sering terjadi dalam UMKM yaitu tidak melakukannya pencatatan keuangannya, dimana hal tersebut merupakan bagian penting dalam usaha untuk mengetahui kinerja, evaluasi serta meningkatkan kinerja usaha demi keberlangsungan usaha itu sendiri. Hal tersebut karena kebanyakan UMKM lebih meningkatkan kegiatan operasional sehingga pencatatan dan pelaporan keuangan terabaikan. Sedangkan tanpa adanya catatan dan laporan keuangan evaluasi kinerja usaha akan lebih sulit. 

Di sisilain Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) telah menerbitkan Standar Akuntansi Entitas Mikro Kecil Menengah (SAK EMKM) pada tahun 2016. Dimana dalam SAK EMKM tersebut terdapat standar laporan keuangan bagi UMKM. Laporan keuangan merupakan catatan informasi keuangan yang menggambarkan kinerja perusahaan selama periode tertentu. Dalam SAK EMKM pada bab 3.9 laporan keuangan minimum untuk UMKM terdiri dari laporan posisi keuangan akhir periode, lapoaran laba rugi selama periode dan catatan atas laporan keuangan, yang berisi tambahan dan rincian pos tertentu yang relevan.

Dengan pembuatan laporan keuangan yang sesuai standar, maka UMKM akan lebih mudah dalam pengambilan keputusan ekonomi, serta dapat mengevaluasi dan meningkatkan kinerja. Selain itu juga dapat digunakan sebagai informasi untuk pihak eksternal, baik untuk peminjaman kredit kepada bank maupun bagi investor. 

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu, Bagaimana Penerapan Penyusunan Laporan Keuangan berdasrkan SAK EMKM di UMKM X?

Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini yaitu untuk; Menerapkan Penyusunan Laporan Keuangan berdasarkan SAK EMKM di UMKM X


Hipotesis Penelitian

H1 : penerapan SAK EMKM dalam penyusunan laporan keuangan pada UMKM X berdampak positif untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan UMKM X



  1. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

pertumbuhan dalam dunia bisnis yang semakin pesat menjadikan setiap perusahaan harus mampu bersaing mempertahankan usahanya untuk mencapai tujuan perusahaan. Dimana untuk mencapai tujuan tersebut tidak hanya dari teknologi dan opersional, ataupun sarana dan prasarana yang tersedia, melainkan harus diiringi dengan meningkatkan kinerja usaha. Kinerja merupakan hasil kerja yang dilakukan seseorang dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam meningkatkan kinerja usaha, perlu ditingkatkan pula kinerja karyawan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan yaitu gaya kepemimpinan.


Gaya kepemimpinan merupakan suatu cara yang digunakan seorang pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya.


Dalam organisasi terdapat seseorang yang dikatakan sebagai pemimpin, dimana ia yang memiliki wewenang untuk mengarahkan ataupun mengontrol setiap SDM untuk mengerjakan pekerjaannya dalam mencapai tujuan perusahaan. pemimpin diperlukan untuk mengingktakan kesejahteraan, keamanan dan kenyamanan bagi anggota atau bawahannya. Dalam praktiknya pemimpin yang memberikan arahan kepada sdm agar memiliki nilai manfaat bagi organisasinya. Artinya peran gaya kepemimpinan ini penting 

 pemimpin dan karywan yang merupakan SDM dari organisasi tersbut. Dimana pemimpin 


Kamis, 19 Oktober 2023

Anaisis Jurnal Fisika Empirical Likelihood Inference for Partial Functional Linear Regression Models Based on B-spline


Empirical Likelihood Inference for Partial Functional Linear Regression Models Based on B-spline
Mingao Yuan1 & Yue Zhang2
1Department of Statistics, North Dakota State University, Fargo, North Dakota, USA
2Department of Mathematical Science, Indiana University-Purdue University Indianapolis, Indianapolis, Indiana, USA
Correspondence: Mingao Yuan, North Dakota State University, Fargo, North Dakota, USA.
Received: October 29, 2018
Accepted: November 29, 2018
Online Published: December 24, 2018

Dengan perkembangan yang cepat dari peralatan pengukuran dan komputer, ada kemungkinan bahwa data dikumpulkan selama periode waktu keseluruhan. Dalam literatur, jenis data ini disebut data fungsional. Salah satu tujuan analisis data fungsional adalah untuk menjelaskan variasi variabel dependen dengan menggunakan variabel fungsional independen. Model linear fungsional adalah salah satu model paling populer untuk mewujudkan hal ini. Terutama ada dua pendekatan untuk estimasi dan inferensi dalam analisis linear fungsional. Pendekatan lain adalah metode spline polinomial sebagai metode yang umum digunakan dalam analisis nonparametrik atau semiparametrik. Ramsay dan Silverman (1997.2005) dan Cardot et al. (2003) menggunakan spline untuk memperkirakan kemiringan fungsional dan Cardot et al. (2005) mengusulkan penduga spline untuk koefisien fungsional dalam regresi kuantil.

Untuk meningkatkan akurasi prediksi dan membuat model linier fungsional lebih dapat ditafsirkan, kadang-kadang variabel prediktor lainnya harus dimasukkan ke dalam model. Terutama, Zhang et al. (2007) memperkenalkan model linear fungsional parsial dan menerapkannya untuk menganalisis efek hormon wanita pada kepadatan mineral tulang pinggul total. Kemudian, menggunakan analisis komponen prinsip fungsional, Shin (2009) mengusulkan penduga baru untuk parameter. Untuk estimator berdasarkan B-spline dalam model linear fungsional parsial, Zhou et al. (2016) menetapkan normalitas asimptotik untuk parameter regresi dan tingkat konvergensi global untuk fungsi kemiringan.

Kemungkinan empiris (EL) diperkenalkan oleh Owen (1990, 2001) untuk membangun wilayah kepercayaan dalam pengaturan nonparametrik. Sebagai analog dari metode kemungkinan parametrik, metode ini telah diterapkan secara luas ke bidang yang berbeda karena beberapa properti yang bagus. Sebagai metode nonparametrik, itu tidak memerlukan distribusi yang ditentukan sebelumnya untuk data. Wilayah kepercayaan menghormati rentang data dan biasanya berkinerja lebih baik daripada yang didasarkan pada normalitas asimptotik. Baru-baru ini, metode EL telah digunakan untuk kesimpulan di bawah model yang berbeda (Zhao (2010), Cheng et al. (2012)). Dalam tulisan ini, kami mengusulkan wilayah kepercayaan berdasarkan kemungkinan empiris untuk parameter regresi dalam model linear fungsional parsial dan membandingkannya dengan yang didasarkan pada normalitas asimptotik yang diusulkan dalam Zhou et al. (2016).

Analisis Jurnal

Dari potongan jurnal di atas, diketahui bahwa metode kemungkinan empiris dapat menghasilkan interval kepercayaan yang lebih pendek dan memiliki probabilitas cakupan yang lebih tinggi daripada metode normalitas asimptotik yang biasa. Dalam jurnal tersebut, mereka menggunakan metode kemungkinan empiris untuk membangun interval kepercayaan (wilayah) untuk parameter regresi dalam model regresi linier fungsional parsial berdasarkan B-spline. Mereka memperoleh distribusi pembatas dari rasio log-likelihood empiris untuk parameter regresi, jumlah delapan distribusi chi-square independen. Dalam praktiknya, bobotnya tidak diketahui, kami menyediakan metode untuk memperkirakannya. Dalam simulasinya, ketika ukuran sampel meningkat, probabilitas cakupan empiris semakin mendekati yang nominal, yang menegaskan teori kami; selain itu, dibandingkan dengan metode normalitas asimptotik, metode kemungkinan empiris yang diusulkan memiliki probabilitas cakupan yang lebih tinggi, yang menunjukkan keunggulan metode mereka.


Minggu, 28 Mei 2023

Prosedur Pengumpulan Data dan Teknik Analisis Data Kuesioner Penelitian

Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1.    Penelitian Kepustakaan

Prosedur yang dilakukan peneliti untuk mengumpulkan informasi yang sesuai dengan topik penelitian ataupun masalah yang sedang diteliti. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan menggunakan literatur berupa buku, jurnal, catatan maupun hasil penelitian terdahulu (Agung, 2012).

2.    Penelitian Survey,

Penelitian survei merupakan penelitian yang dilakukan pada suatu populasi tertentu, dengan sampel yang dijadikan data untuk dipelajari guna memperoleh perkara-perkara relatif, distribusi dan hubungan antar variabel sosiologis ataupun psikologis (Sugiyono, 2018). Dalam penelitian survei, peneliti menanyakan ke beberapa responden menggunakan mengenai keyakinan, pendapat, karakteristik suatu obyek yang telah lalu atau yang sedang terjadi. Penelitian survei dalam penelitian ini yaitu menggunakan kueisoner. Kuesioner merupakan suatu kumpulan pertanyaan ataupun pernyataan yang berkaitan dengan topik tertentu yang diberikan pada sekelompok individu dengan maksud untuk memperoleh data (Muri, 2017). Kuesioner yang diberikan dalam penelitian ini mengenai variabel independen  (X1),  (X2) dan variabel dependen (Y).


Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif yaitu menggunakan statistik untuk menjawab rumusan masalah dan untuk menguji hipotesis penelitian (Sugiyono, 2018). Data yang akan dianalisis merupakan data dari penelitian survei dan penelitian kepustaakan yang selanjutnya dianalisa untuk memperoleh kesimpulan. Menurut Sugiyono (2018) setiap instrumen yang menggunakan skala likert memiliki tingkatan dari sangat positif sampai sangat negatif, yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata dan diberi skor sebagai berikut:

Tabel 3.3

Skor Berdasarkan Skala Likert

Pertanyaan/Pernyataan

Skor

Sangat setuju/selalu/sangat positif

5

Setuju/sering/positif

4

Ragu-ragu/kadang-kadang/netral

3

Tidak setuju/hampir tidak pernah/negatif

2

Sangat tidak setuju/tidak pernah

1

Sumber: Sugiyono, 2018 (diolah penulis, 2021)


Minggu, 14 Mei 2023

Statistik Deskriptif pada Penelitian Kuantitatif dan Contohnya

 Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif dilakukan untuk menganlisis suatu data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (Sugiyono, 2018). Menurut Imam (2020) statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi mengenai suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata, standar deviasi, minimum, maksimum, dsb. Statistik deskriptif dalam penelitian ini memberikan gambaran atau deskripsi mengenai data pyang dilihat dari nilai rata-rata, standar deviasi, nilai minimum dan nilai maksimum. Adapun hasil analisis statistik deskriptif dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.59

Hasil Uji Statistik Deskriptif

Statistiks

 

X1

X2

Y

N

Valid

34

34

34

Missing

0

0

0

Mean

74.15

51.06

39.88

Std. Deviation

11.636

5.455

5.139

Minimum

44

38

23

Maximum

100

63

50

Sumber: Data yang diolah penulis dengan SPSS, 2022

Tabel di atas menunjukkan statistik deskriptif dari variabel-variabel yang diteliti. Variabel X1  memiliki nilai maximum sebesar 100, nilai minimum sebesar 44 dengan rata-rata sebesar 74,15 dan standar deviasi 11.636 Variabel X2 memiliki nilai maximum sebesar 63, nilai minimum sebesar 38 dengan rata-rata sebesar 51,06 dan standar deviasi 5.455. Variabel Y  memiliki nilai maximum sebesar 50, nilai minimum sebesar 23 dengan rata-rata sebesar 39,88 dan standar deviasi 5.139.

Minggu, 30 April 2023

Analisis Regresi Linier Baerganda dan Contohnya

 Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh satu variabel independen dengan dua atau lebih variabel dependen. Rumus persamaan regresi dengan dua prediktor menurut Burhan dkk. (2018) yaitu:

Y’= a + b1 X1 + b2 X2 + e

Keterangan:

Y’        = Nilai yang diprediksikan

a           = Nilai Konstanta

X1 X2   = Variabel Independen

b1 b2     = Koefisien regresi

e           = Tingkat Kesalahan atau Eror


Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

-2.480

4.078

 

-.608

.548

X1

-.053

.052

-.115

-.980

.334

X2

.908

.110

.959

8.188

.000

a. Dependent Variable: Y


Berdasarkan hasil persamaan regresi di atas dapat diketahui bahwa nilai konstanta (a) sebesar -2.480, nilai koefisien regresi pemahaman akuntansi sebesar -0,053 dan nilai koefisien regresi bernilai positif sebesar 0,981, sehingga diperoleh hasil persamaan regresi sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2

Y = -2.480 – 0,053X1 + 0,908X2 + e

Keterangan:

Y         = Variabel Y

X1        = Variabel X1

X2        = Variabel X2

e          = Tingkat Kesalahan atau Eror

Dari persamaan regresi di atas dapat diartikan sebagai berikut:

1.  nilai konstanta (a) bertanda negatif yaitu -2.480 artinya apabila variabel X1 dan X2 sama dengan nol (0), maka variabel Y bernilai -2.480. Dengan kata lain apabila X1 dan X2 tidak memberikan pengaruh maka Y akan bernilai -2.480;

2.  nilai koefisien regresi X1 bernilai negatif sebesar -0,053 menujukan adanya hubungan tidak searah antara variabel X1 dengan Y. Nilai tersebut mengandung pengertian bahwa apabila variabel X1 meningkat sebesar 1 satuan, maka variabel dependen Y akan menurun sebesar 0,053 begitupun sebaliknya, dengan asumsi bahwa variabel lain konstan;

3.    nilai koefisien regresi X2 bernilai positif sebesar 0,908 menujukan adanya hubungan searah antara variabel X2 dengan Y artinya apabila variabel X1 naik sebesar  1 satuan, maka variabel dependen Y akan naik juga sebesar 0,908 begitupun sebaliknya, dengan asusmsi bahwa variabel lain konstan.

TELAAH JURNAL ILMIAH PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERUBAHAN WUJUD BENDA

TELAAH JURNAL ILMIAH 12. N0. ASPEK JURNAL  SUBSTANSI/ ISI JURNAL DIKUTIP 1 JUDUL : PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HA...