Pada analisis
regresi linear pengujian asumsi disini merupakan suatu syarat untuk
dilakukannya analisis selanjutnya karena asumsi-asumsi tersebut harus terpenuhi
(Burhan dkk., 2019):
Uji Normalitas
Uji
normalitas ini digunakan unuk memastikan bahwa sebaran data berdistribusi
normal, karena dalam analisis regresi terdapat residu, yaitu selisih antara
data faktual dan hasil prediksi, sehingga residu tersebut harus berdistribusi
normal (Burhan
dkk., 2019). Adapun menurut Imam (2020), cara untuk mendeteksi normal
tidaknya distribusi residual yaitu:
1.
Analisis Grafik, yaitu
dengan melihat grafik normal plot. Jika data menyebar disekitar garis diagonal,
hal tersebut menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi
asumsi normalitas;
2.
Analisis Statistik,
uji statistik dapat dilakukan dengan melihat nilai kurtosis dan skewness dari
residual. Nilai z statistik untuk skewness dapat dihitung dengan rumus.
Zskewness
Sedangkan nilai Z kurtosis dapat dihitung dengan rumus:
Zkurtosis
N ialah jumlah sampel, jika nilai Z
hitung < Z tabel, maka distribusi normal, Z tabel pada signifikansi 0,05
ialah sebesar 1,96 artinya data berdistribusi normal apablia nilai Z hitung
< 1,96.
Uji
Multikolinieritas
Uji ini bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel independen (Imam, 2020). Pada model
regresi yang baik seharusnya tidak terjadi masalah multikolonieritas. Menurut
Imam (2020) untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolonieritas pada model
regresi dapat dianalisis melalui:
1.
matriks korelasi
variabel-variabel independen dengan ketentuan jika nilai dalam matriks korelasi
<0.90 maka tidak terjadi multikolonieritas;
2.
multikolonieritas juga
dapat dilihat dari nilai tolerance dan variance
inflation faktor (VIF) dengan ketentuan jika nilai tolerance lebih dari
0,10 dan VIF kurang dari 10 maka tidak terjadi multikolonieritas.
Uji Heteroskedastisitas
Uji ini bertujuan untuk menguji apakah pada sebuah model regresi terjadi ketidaksamanan varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain (Imam, 2020). Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedatisitas atau yang homoskesdatisitas. Salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedasititas yaitu dengan uji glesjer yang dapat dilihat dari nilai probabilitas masing-masing variabel dengan ketentuan jika nilai probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaaan 5%, maka dapat dikatakan tidak mengandung adanya heteroskedastisitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar